Posted on

ADALAH sabuah kota kecil di Jawa Timur sana. Pandaan, lebih kecil dari Malang. Sebenarnya kota kecil itu adalah basis dangdut yang termasuk katagori fanatik.
Tapi kota itu sekarang mencuat, justru bukan terangkat oleh musik yang dikomandoi oleh Rhoma lrama itu, tapi oleh sebuah group pekak telinga yang sering dijuluki musik rock.
Maka tiga kepala personil group Elpamas itu berkiprah sampai ke ibu kota. Kisahnya tak seindah rembulan, malah cenderung perih. Dan di Jakarta mereka tetap berjuang.

Adalah Toto ‘snoopy’ Tewel yang gitaris, lalu Eddy Daromi yang memainkan keyboard, Abdullah yang memakik-mekik di depan corong sebagai vokalis, Didiek yang mendentum bass dan Rush Toto yang kakaknya Didiek yang menggebuk drum. Merekalah yang disebut El Pamas sebelum hijrah ke Jakarta. Mereka tarnpil ke permukaan. Sebelum ia diledek sebagai band dari sebuah kota kecil, maka mereka berseru. Elek-elek Pandaan mas!

Kisah sebagai sebuah group band, barangkali tidak parnah dialami oleh band-band besar macam God Bless, Krakatau atau sebutlah band yang dimulai dari sebuah kondisi yang mangenakkan. “Dulu kami, kalau mau main itu mandatangi kampung-kampung lain yang Sedang mengadakan keramaian. Misalnya tujuh belas Agustusan, kami main tanpa dibayar. Pokoknya yang kami pikirkan bagaimana bisa main selain latihan. Lantas setafah itu kami coba-coba mendatangi panitia-panitia,” lanjut Rush Toto, “Malah pernah kami ke Jakarta dari Pandaan mengendarai colt, barang dengan alat, habis main kami tidak menginap di Jakarta tapi langsung balik lagi ke Pandaan.” Begitu cerita Rush Toto yang cukup prihatin.

HaI-hal seperti itu memang masih banyak dialami olah group-group daerah. Bahkan untuk Iatihan tak jarang mereka mengumpulkan duit dulu, lantas patungan untuk menyewa studio. Makanya, kalau ada sebuah group dari daerah atau yang pengadaannya sulit, kalau nantinya sukses. nilainya bisa lebih besar ketimbang group-group yang sacara finansial telah matang.

Dikutip dari Majalah Vista edisi 10 Agustus 1987 halaman 52-53. Ditulis oleh Remy Soetansyah. Lanjutan artikel bisa dilihat langsung pada gambar di bawah ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s