Posted on

Surabaya Urban Culture Festival 2012

Rek ayo Rek mlaku-mlaku nang Tunjungan
Rek ayo Rek rame-rame bebarengan
Cak ayo Cak sopo gelem melu aku
Cak ayo Cak golek kenalan cah ayu

Sepenggal lirik lagu yang dipopulerkan oleh Mus Mulyadi itulah yang kiranya cocok dianggap sebagai “spirit” untuk diadakannya acara Surabaya Urban Culture Festival (SUCF) yang digelar hari Ahad tanggal 27 Mei 2012 kemarin, yang sekaligus untuk menyambut hari jadi Kota Surabaya yang ke-719. Jalan Tunjungan memang melegenda, pernah berjaya sebagai salah satu pusat bisnis dan ikon kota Surabaya, bahkan kabarnya sudah sejak jaman Belanda dahulu. Acara SUCF ini memang digelar di Jalan Tunjungan dengan tujuan mengajak kembali untuk mlaku-mlaku ke Jalan Tunjungan. Bahwa untuk menikmati acara SUCF ini memang harus berjalan kali (mlaku) sebab Jalan Tunjungan mulai pertigaan Jl. Tunjungan – Jl. Genteng Besar hingga depan Tunjungan Plaza (sebelum masuk Jl. Gub. Suryo) ditutup total bagi semua kendaraan. Tidak tanggung-tanggung, penutupan jalan dilakukan mulai pukul 11.00 hingga 22.00 meski acaranya sendiri dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 hingga 22.00.

Acara SUCF baru kali pertama digelar tahun ini, dan rencananya akan diadakan tiap tahun dalam rangka HUT Surabaya yang diperingati tiap tanggal 31 Mei. Meski begitu animo masyarakat cukup tinggi, terbukti dengan ramai sesaknya Jalan Tunjungan saat dimulainya acara pada pukul 15.00 dan makin petang makin banyak yang datang. Saya sendiri berkesempatan hadir di sana pada pukul 14.30 hingga 17.30 setelah pada pagi harinya telah survey lokasi terlebih dahulu.๐Ÿ˜€
Survey yang saya lakukan hanya untuk mencari lokasi parkir yang kira-kira terdekat dengan lokasi acara. Sebelumnya telah mendapat info dari twitter bahwa lokasi parkir bisa di Jl. Tanjung Anom, Jl Mergoyoso, dan Taman Apsari. Namun setelah survey pada Ahad pagi ternyata lokasi tersebut terlalu jauh dari tempat acaranya, sehingga muncul pilihan lokasi yang menurut saya lebih dekat yakni di parkiran Tunjungan Plaza, parkiran Go-Skate, parkiran pasar Tunjungan, parkiran Tunjungan Center (TEC), serta di parkiran pasar Genteng.

Ada apa saja di SUCF?

Selama kurang lebih 3 jam saya berada di lokasi, ada banyak acara yang menarik. Langsung saja liat foto-foto acara yang sempat terabadikan kamera saya.

Foto-foto kota Surabaya dulu dan Surabaya sekarang, sudah dipasang di jalan Tunjungan selama beberapa hari. Sayang ketika saya ke sana malah banyak yang terhalang tenda-tenda peserta.

Ditutup mulai pertigaan Jl. Tunjungan – Jl. Genteng Gede hingga depan Tunjungan Plaza.

Masih banyak terdapat bangunan-bangunan kuno jaman Belanda di Jl. Tunjungan. Yang paling terkenal, tentu saja Hotel Majapahit, yang dulunya bernama Hotel Yamato / Hotel Oranye.



Dipajang juga motor-motor modifikasi.

Tari remo yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.






MC oleh Djadi Galajapo.

Acara juga dimeriahkan oleh berbagai macam atraksi, seperti capoeira, musik patrol, break dance, free style BMX, dll.



Berbagai macam stand kuliner juga tersedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s