Nike Ardilla Telah Tiada

Hari ini, tepat 20 tahun yang lalu, seorang penyanyi yang juga pemain film dan sinetron, yang diidolakan oleh banyak orang pada masa itu (sampai saat ini juga masih menjadi idola oleh banyak orang, bahkan oleh yang saat itu belum lahir), bernama Nike Ardilla, meninggal dalam sebuah kecelakaan. Masih teringat saat itu, di TV tak henti-hentinya diberitakan kejadian ini. Di media cetak juga tak luput dari pemberitaan mengenai kejadian ini, artikel yang saya temukan dari Majalah Anita Cemerlang edisi 505 April 1995 ini salah satunya. Berikut kutipannya:

Continue reading

Advertisements

 
Pada hari Jum’at tanggal 13 Desember yang lalu saya berkesempatan bertemu Astrid, sang Ratu Cahaya. Pertemuan pertama terjadi di galeri SmartFren WTC Surabaya pada acara meet & greet yang dimulai pada pukul 16.00. Ini karena album terbaru Astrid yang berjudul “Terpukau” sampai saat ini hanya bisa didapatkan di galeri SmartFren dengan membeli bundle produk paket tertentu dari SmartFren.
Continue reading

Bareng Sang Ratu Cahaya

Pada hari Sabtu kemarin, girlsband idol group JKT48 mengunjungi Surabaya untuk melakukan Meet and Greet dan Direct Selling debut album mereka, Heavy Rotation. Memang tidak semua member hadir pada acara tersebut, dari sekian banyak member, hanya 3 member (Team J & Trainee) yang hadir yakni Kinal, Sendy, & Della saja. Acara ini diadakan di M Radio 98.8 FM dimana pelaksanaannya ditempatkan di gedung Radio Suara Surabaya yang masih 1 komplek di Kampung Media Wonokitri.
Continue reading

Direct Selling album JKT48 oleh Member

Lama gak nulis di blog, tulisan pertama di tahun 2013 kali ini membahas pertemuan dengan Rossa saat tampil untuk acara “HUT 4 Tahun Soekarwo (Pakde Karwo) & Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Memandu Jawa Timur”. Kebetulan kesempatan tersebut juga merupakan kunjungan pertama kalinya Rossa ke Surabaya di tahun 2013 ini.
Continue reading

Rossa di JX International Surabaya

ADALAH sabuah kota kecil di Jawa Timur sana. Pandaan, lebih kecil dari Malang. Sebenarnya kota kecil itu adalah basis dangdut yang termasuk katagori fanatik.
Tapi kota itu sekarang mencuat, justru bukan terangkat oleh musik yang dikomandoi oleh Rhoma lrama itu, tapi oleh sebuah group pekak telinga yang sering dijuluki musik rock.
Maka tiga kepala personil group Elpamas itu berkiprah sampai ke ibu kota. Kisahnya tak seindah rembulan, malah cenderung perih. Dan di Jakarta mereka tetap berjuang.

Continue reading